Mengapa Kita Selalu Mendorong Rekan-Rekan untuk Mulai Berinvestasi Sejak Dini?
Rekan-rekan Sedati yang saya hormati,
Pernahkah terlintas di benak panjenengan semua, mengapa setiap kali ada peluang proyek atau investasi kecil, kami selalu mengajak rekan-rekan ikut serta? Mengapa kami mendorong agar teman-teman “melek” investasi, bahkan dari hal-hal kecil terlebih dahulu?
Sebagian dari kita mungkin langsung menjawab:
- “Biar uangnya bermanfaat dan tidak menganggur.”
Kalau hanya disimpan, lama-lama bisa habis tanpa terasa. - “Biar uangnya berkembang, supaya suatu saat bisa dipakai untuk kebutuhan yang lebih besar.”
- Dan banyak jawaban lain yang semuanya benar.
Namun ada satu alasan utama yang sering luput dari perhatian kita, yaitu:
Mengelola Risiko INFLASI.
Apa Sebenarnya Inflasi Itu?
Penjelasan paling sederhana:
➡ Inflasi adalah melemahnya nilai uang dari waktu ke waktu.
Sebagian orang memandang inflasi sebagai “harga barang naik”, sebagian lagi melihatnya sebagai “nilai uang turun”. Keduanya benar—hanya perbedaan sudut pandang saja.
Contohnya:
- Dulu uang Rp50.000 bisa dipakai belanja cukup banyak.
- Sekarang, dengan nilai yang sama, barang yang bisa kita beli jauh lebih sedikit.
Itulah inflasi bekerja: diam-diam, perlahan, tapi pasti menggerus nilai uang kita.
Mengapa Kita Merasa ‘Gaji Sudah Naik, Tapi Kok Tetap Berat?’
Banyak dari kita merasakan hal ini:
“Gaji naik tiap tahun, tapi kok tetap saja terasa berat memenuhi kebutuhan?”
Padahal gaya hidup sudah dibuat sesederhana mungkin.
Jawabannya kembali lagi pada satu hal: inflasi lebih cepat naik daripada kenaikan pendapatan.
Kalau kenaikan gaji 3–6% per tahun, sementara inflasi rata-rata bisa 5–10% (bahkan lebih untuk kebutuhan tertentu), maka secara riil kemampuan beli kita menurun.
Itu sebabnya:
- Uang terasa lebih cepat habis
- Tabungan semakin menipis
- Apa yang dulu mudah kita beli, sekarang terasa berat
Saat Masih Kerja Mungkin Belum Terasa… Tapi Pensiun Akan Berbeda
Bagi yang masih bekerja, inflasi kadang tidak terlalu terasa karena:
- Ada penghasilan tetap
- Ada tunjangan
- Ada kenaikan gaji/grade
- Ada lembur, insentif, atau pendapatan lain
Tetapi semua ini berhenti ketika kita pensiun.
Kenaikan gaji pensiun sangat kecil atau bahkan tidak ada.
Sementara inflasi tetap berjalan, tidak peduli status kita apa.
Inilah sebabnya mengapa teman-teman yang sudah pensiun sering merasa biaya hidup semakin berat, meskipun gaya hidup sudah sangat sederhana.
**Lalu Apa Solusinya?
Mulai Investasi Sejak Sekarang.**
Investasi bukan soal uang besar.
Yang paling penting adalah:
- mulai dari nominal kecil,
- belajar dari proyek-proyek sederhana,
- membiasakan diri menggerakkan uang, bukan hanya menyimpannya.
Tujuannya bukan semata-mata mencari untung besar, tetapi:
Melindungi nilai uang dari gerusan inflasi.
Jika teman-teman sudah punya instrumen investasi lain yang lebih besar—itu jauh lebih bagus.
Namun bagi yang belum terbiasa, proyek-proyek kecil yang selama ini kita tawarkan adalah pintu awal membangun kebiasaan yang sangat penting untuk masa depan.
Kesimpulan: Investasi Bukan Sekadar Mencari Untung, Tetapi Menjaga Nilai Hidup Kita
Inflasi itu nyata.
Diam-diam ia menggerus nilai uang kita setiap tahun.
Dengan berinvestasi:
- Kita belajar mengelola uang
- Kita membangun aset
- Kita melindungi nilai kehidupan dan masa depan
- Kita menyiapkan diri menghadapi masa pensiun
Bukan tentang proyeknya besar atau kecil,
tetapi tentang membangun kesadaran finansial sedini mungkin, agar tidak terkejut suatu hari nanti ketika masa kerja kita telah selesai.
Semoga artikel ini bermanfaat dan semakin membuka wawasan kita semua.
Semoga rekan rekan Sedati aware Aware tentang INFLASI ini.

